Di lokasi yang sama, Ketua Satgas Nasional Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi, Ali Agus, menekankan bahwa program ini bukan proyek yang bersumber dari APBN, melainkan program pengembangan bisnis yang dimandatkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Program ini jangan dipahami sebagai proyek APBN, tetapi sebagai business development. Karena itu, mandat diberikan kepada BUMN yang memang memiliki model kerja berbasis bisnis,” jelas Ali.
Ia menambahkan, ke depan program ini juga akan melibatkan pengusaha lokal maupun nasional, sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.
BACA JUGA:Jalan Sehat Kerukunan Meriahkan HAB ke-80 Kemenag Gorontalo, Gubernur Gusnar Serukan Persatuan
Jagung Jadi Kunci Industri Pakan Ternak
Sebagai Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Peternakan, Ali Agus juga menyoroti pentingnya pembangunan pabrik pakan ternak di Gorontalo.
Daerah ini dinilai sangat strategis karena memiliki komoditas jagung yang melimpah, sementara sekitar 50 persen komponen pakan ayam berasal dari jagung.
Dalam skema pengembangan, budidaya ayam akan dikelola oleh masyarakat peternak, baik secara perorangan, kelompok peternak, maupun koperasi.
Hasil ternak tersebut nantinya akan diproses di rumah potong unggas, kemudian disimpan di cold storage jika belum langsung didistribusikan, guna menjaga kualitas dan kesegaran produk.
Tak hanya itu, kawasan hilirisasi ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pengolahan ayam dan telur, sehingga mampu menghasilkan produk siap konsumsi yang bernilai tambah.
BACA JUGA:International Professors Summit 2026 Universitas Malahayati Dapat Apresiasi Kemendikdasmen
Menuju Swasembada Protein Hewani
Ali Agus menegaskan bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan langkah awal menuju swasembada protein hewani nasional.
"Inilah program hilirisasi ayam terintegrasi. Mohon doanya, ini adalah langkah-langkah kecil yang kita rintis untuk mencapai kemandirian pangan. Sehingga ketika terjadi gejolak global, seperti pandemi atau krisis geopolitik, kita tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” jelasnya.
Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi dijadwalkan akan dicanangkan secara resmi pada 19 Januari 2026.
Peninjauan lapangan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjana Hasan Yusuf, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, serta jajaran pimpinan OPD terkait dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.