Rakontek P2P Gorontalo 2025 Dibuka, Fokus pada Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular

Rakontek P2P Gorontalo 2025 Dibuka, Fokus pada Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular---Dok. Dinkes Gorontalo
GORONTALO, DISWAY.ID - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi GORONTALO, Anang S. Otoluwa secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis (GORONTALO.disway.id/listtag/3319/rakontek">Rakontek) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (GORONTALO.disway.id/listtag/3320/p2p">P2P) di Grand Q Hotel Kota GORONTALO.
Ia hadir mewakili Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang menitipkan pesan khusus mengenai kompleksitas tantangan kesehatan di era saat ini.
Tantangan Kesehatan Makin Kompleks
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Anang, disebutkan bahwa sektor kesehatan kini menghadapi tantangan yang semakin beragam.
Perubahan iklim, tingginya mobilitas masyarakat, hingga dinamika sosial ekonomi menjadi faktor pemicu meningkatnya risiko penyakit.
BACA JUGA:Musda VI Pengajian Al-Hidayah Gorontalo Tekankan Sinergi Kader Senior dan Muda
Kasus penyakit zoonosis dan tular vektor juga kembali mencuat, termasuk malaria yang masih ditemukan di tiga wilayah, yakni Kabupaten Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo.
Sementara itu, penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan jantung menunjukkan tren peningkatan.
Rakontek P2P: Perkuat Sinergi dan Surveilans
Forum Rakontek ini digelar untuk menyatukan langkah lintas sektor, lintas daerah, serta lintas program dalam menghadapi ancaman kesehatan.
Melalui koordinasi ini, pemerintah ingin memperkuat sistem surveilans dan kewaspadaan dini, mempercepat respon terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), serta mendorong kualitas kesehatan lingkungan.
Selain itu, Rakontek juga diarahkan mendukung program prioritas pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mencegah penyakit jauh lebih murah daripada mengobati. Karena itu, pendekatan promotif dan preventif harus menjadi garda terdepan,” tegas Anang saat membacakan pesan gubernur.
Tiga Hari Rakontek, Hadirkan 116 Peserta
Rakontek P2P 2025 berlangsung selama 25–27 Agustus dengan total peserta 116 orang. Mereka berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, OPD terkait, akademisi, serta perwakilan Kementerian Kesehatan RI.
Selama tiga hari, peserta akan merumuskan strategi bersama untuk pencapaian target pembangunan kesehatan, memperkuat kapasitas SDM kesehatan, dan memperluas jejaring laboratorium.
Sumber: