Idah Syahidah Sidak SPPG Hungayonaa, Temukan Sejumlah Catatan Penting Program MBG

Kamis 18-12-2025,06:00 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

GORONTALO, DISWAY.ID - Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selaku Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, pada Rabu pagi, 17 Desember 2025.

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Wagub Idah bersama tim Satgas MBG tiba di lokasi sekitar pukul 04.30 WITA.

Kehadiran mendadak tersebut bertujuan melihat kondisi riil di lapangan serta memastikan seluruh proses penyediaan makanan berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.

BACA JUGA:Idah Syahidah Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal di Pohuwato Dari Menu hingga Kebersihan

Setibanya di SPPG, Wagub langsung memeriksa berbagai tahapan operasional. Mulai dari dapur pengolahan, proses memasak, sistem pemorsian, hingga gudang penyimpanan bahan makanan basah dan kering tak luput dari pengecekan.

Dalam sidak tersebut, Wagub menemukan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi. Ia menegaskan bahwa Program MBG harus benar-benar menjamin makanan yang sehat, aman, dan layak konsumsi bagi anak-anak.

"Ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki. Ini penting agar makanan yang diberikan benar-benar aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan,” ujar Idah di sela-sela sidak.

Salah satu sorotan utama adalah proses pemorsian yang sudah dilakukan sejak pukul 05.00 WITA.

Meski makanan disiapkan untuk peserta didik PAUD, TK, dan SD yang memiliki jadwal makan lebih awal, Wagub mengingatkan agar aspek kebersihan tetap menjadi prioritas, khususnya saat distribusi.

BACA JUGA:Idah Syahidah Resmikan BNI KCP Sudirman, Hadirkan Konsep Banking Cafe Pertama di Daerah

Selain itu, Tim Satgas MBG mencatat belum tersedianya fasilitas cuci tangan yang memadai di area pengolahan dan pemorsian makanan.

Wastafel yang ada tidak dilengkapi air mengalir, sabun, tisu, maupun alat pengering tangan.

Bahkan, masih ditemukan petugas mencuci tangan di area pengelolaan bahan baku, yang dinilai tidak sesuai standar sanitasi.

Catatan lain yang cukup krusial adalah suhu ruang pengolahan yang mencapai 44 derajat Celsius, posisi toilet yang berdekatan dengan area pencucian peralatan makan, serta pengelolaan sampah yang belum terpisah dari area bahan makanan mentah. Tim juga menyoroti pengambilan sampel makanan yang jumlahnya belum sesuai ketentuan.

Kategori :

Terpopuler