Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan utama, antara lain:
- Temu petani dan nelayan nasional serta mitra ASEAN
- Pameran teknologi dan pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan
- Gelar karya wirausaha tani dan nelayan
- Pertemuan sukses petani dan penyuluh berprestasi
- Widyawisata dan studi banding ke daerah pertanian unggulan
- Festival seni budaya serta Gita Nusantara
BACA JUGA:Gusnar Ismail: Pasar Murah Bukan Sekadar Bagi-Bagi Sembako, Tapi Bentuk Kepedulian Pemerintah
Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan akan terjadi pertukaran pengetahuan dan inovasi antar daerah yang mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani dan nelayan.
Gubernur Dorong Peran UMKM dan Transportasi Lokal
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga tengah menyiapkan dukungan infrastruktur dan logistik. Gubernur Gusnar meminta agar UMKM lokal dilibatkan secara aktif dalam penyediaan kebutuhan peserta, termasuk homestay dan kuliner khas daerah.
Selain itu, ia juga mendorong penggunaan bentor (becak motor) sebagai moda transportasi utama selama acara berlangsung.
“Kita jadikan Penas ini sebagai etalase Gorontalo. Libatkan masyarakat, pelaku UMKM, dan manfaatkan bentor sebagai ciri khas transportasi kita,” tutur Gusnar.
Dengan persiapan yang matang, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis dapat menjadi tuan rumah terbaik dan menjadikan Penas Petani dan Nelayan XVII sebagai ajang nasional yang memperkuat semangat kolaborasi dan inovasi di sektor pangan dan maritim Indonesia.