Mengenal Makanan UPF, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Jika Sering Dikonsumsi?

Mengenal Makanan UPF, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Jika Sering Dikonsumsi?

Mengenal Makanan UPF, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Jika Sering Dikonsumsi?-dok. istimewa-

GORONTALO.DISWAY.ID - Makanan ultra-proses atau Ultra-Processed Food (UPF) semakin mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Makanan jenis ini umumnya praktis, memiliki masa simpan lebih panjang, dan mudah dikonsumsi kapan saja.

Beberapa produk UPF bahkan menjadi pilihan ketika seseorang sedang terburu-buru atau tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan makanan. Namun, konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan perlu diperhatikan karena dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang.

UPF adalah makanan yang telah melalui berbagai proses industri dan biasanya mengandung bahan tambahan tertentu. Produk ini dapat dibuat dengan kombinasi bahan yang jarang digunakan dalam masakan rumah tangga.

BACA JUGA:Sarapan Telur Rebus Sebelum Kerja, Apakah Sudah Cukup untuk Memenuhi Gizi?

Contoh makanan yang dapat termasuk dalam kelompok UPF antara lain minuman bersoda, mi instan, sereal sarapan tertentu, makanan ringan kemasan, permen, produk daging olahan, makanan beku siap makan, serta berbagai produk makanan dan minuman kemasan.

Namun, tidak semua makanan kemasan otomatis termasuk UPF. Klasifikasi bergantung pada bahan dan proses pembuatannya.

Salah satu alasan makanan ultra-proses banyak dikonsumsi adalah kepraktisannya. Produk tersebut umumnya dapat langsung dimakan atau hanya membutuhkan waktu singkat untuk disiapkan.

Selain itu, rasa, tekstur, aroma, dan kemasan juga dirancang agar menarik bagi konsumen. Kondisi ini membuat seseorang terkadang lebih mudah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.

Masalah utama bukan sekadar satu jenis makanan, melainkan seberapa sering dan seberapa banyak UPF dikonsumsi.

Jika makanan ultra-proses terlalu sering menggantikan makanan yang lebih bergizi, seseorang dapat kehilangan kesempatan mendapatkan serat, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya dari makanan seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan sumber protein.

Beberapa produk UPF juga dapat mengandung gula tambahan, natrium, atau lemak dalam jumlah tinggi. Karena itu, informasi nilai gizi pada kemasan penting untuk diperhatikan.

Tanpa disadari, makanan ultra-proses dapat ditemukan dalam menu sehari-hari. Beberapa contohnya antara lain:

  • Mi instan dan makanan instan tertentu.
  • Minuman bersoda dan minuman manis kemasan.
  • Keripik dan makanan ringan kemasan.
  • Permen dan cokelat tertentu.
  • Sereal sarapan tertentu.
  • Nugget dan produk daging olahan tertentu.
  • Makanan beku siap makan.
  • Kue atau roti kemasan tertentu.
  • Saus dan produk makanan siap konsumsi tertentu.

Tidak semua produk dalam daftar tersebut memiliki kandungan yang sama. Karena itu, label komposisi dan informasi nilai gizi tetap perlu diperiksa sebelum membeli.

Apakah Harus Menghindari UPF Sepenuhnya?

Tidak selalu harus menghilangkan seluruh makanan UPF dari menu. Yang lebih penting adalah membatasi konsumsinya dan memastikan pola makan sehari-hari tetap beragam.

Makanan seperti sayuran, buah, telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang.

Jika memilih makanan kemasan, perhatikan kandungan gula, natrium, lemak, serat, serta ukuran porsinya.

Tips Mengurangi Konsumsi Makanan UPF

Mengurangi UPF dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Misalnya, membawa bekal dari rumah, menyediakan buah sebagai camilan, memilih air putih sebagai minuman utama, dan memasak menggunakan bahan makanan segar ketika memiliki waktu.

BACA JUGA:Pikiran Mudah ke Mana-Mana Saat Belajar? Coba Kebiasaan Sederhana Ini

Tidak perlu langsung mengubah seluruh pola makan. Mulailah dengan mengganti satu atau dua produk ultra-proses dengan pilihan makanan yang lebih minim proses.

Pada akhirnya, makanan UPF tidak harus menjadi sesuatu yang ditakuti. Kuncinya adalah memperhatikan frekuensi, porsi, komposisi makanan, serta keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

Dengan lebih cermat membaca label dan memilih makanan yang beragam, kebutuhan nutrisi tubuh dapat lebih mudah dipenuhi tanpa harus menghilangkan seluruh makanan praktis dari kehidupan sehari-hari.

Sumber: