Pemprov Gorontalo Tegaskan Prioritas Bansos 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran

Pemprov Gorontalo Tegaskan Prioritas Bansos 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran

Pemprov Gorontalo Tegaskan Prioritas Bansos 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran-dok. istimewa-

GORONTALO.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil memberikan klarifikasi terkait tidak masuknya Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kabupaten Gorontalo Utara sebagai penerima bantuan pangan tahun 2026. Kebijakan ini ditegaskan bukan penghapusan wilayah penerima, melainkan bentuk penyesuaian prioritas akibat keterbatasan anggaran daerah.

Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo, Relfin Buata, menyampaikan bahwa penentuan wilayah penerima bantuan tahun ini disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami efisiensi.

Ia menjelaskan bahwa anggaran APBD provinsi mengalami penyesuaian, sehingga bantuan difokuskan pada tiga daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, yaitu Kabupaten Boalemo, Pohuwato, dan Kabupaten Gorontalo.

Selain itu, kebijakan efisiensi turut berdampak pada jumlah keluarga penerima manfaat (KPM). Jika sebelumnya bantuan menjangkau sekitar 9.000 KPM, pada tahun 2026 jumlahnya berkurang menjadi sekitar 3.000 KPM yang diprioritaskan di tiga wilayah tersebut.

BACA JUGA:Minum Es Saat Berbuka Puasa: Bahaya atau Sekadar Mitos?

Relfin menuturkan bahwa bantuan pangan difokuskan kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas yang telah terdata dalam sistem Single Identity Number (SIN) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Ia juga menjelaskan bahwa sekitar 85 persen penerima berasal dari kelompok desil 1 dan 2, sedangkan 15 persen lainnya berasal dari desil 3 hingga 5. Berdasarkan data SIN, tiga kabupaten prioritas tersebut memiliki jumlah lansia dan penyandang disabilitas dengan kategori miskin ekstrem yang cukup tinggi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Pemerintah berharap jika kondisi fiskal membaik, seluruh wilayah dapat kembali memperoleh bantuan sosial.

Di sisi lain, Pemprov Gorontalo tetap menjalankan berbagai program dukungan ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya adalah bantuan bahan produksi dan olahan pangan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang disalurkan di enam kabupaten/kota.

BACA JUGA:Upgrade Besar! Samsung Galaxy S26 Hadir Lebih Canggih

Data dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan menunjukkan bahwa pada tahun 2026 bantuan akan diberikan kepada 1.173 UMKM, yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Kota Gorontalo, Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Pohuwato, dan Gorontalo Utara.

Selain itu, pemerintah provinsi juga terus mengadakan pasar murah bersubsidi di seluruh kabupaten/kota guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

 

Melalui berbagai kebijakan dan program tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan komitmennya untuk tetap hadir mendukung masyarakat, meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Sumber: