Serangan ke Caracas, Donald Trump Pastikan Tak Ada Tentara AS Tewas
Ketegangan Memuncak, AS Tangkap Presiden Venezuela dalam Operasi Militer-@potus-Instagram
GORONTALO, DISWAY.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengonfirmasi bahwa sejumlah personel militer AS mengalami luka dalam operasi militer yang dilancarkan ke Caracas, Venezuela, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.
Dalam operasi tersebut, satu unit helikopter militer AS juga dilaporkan terkena tembakan dari pasukan Venezuela.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat dalam serangan tersebut.
BACA JUGA:Suara PPP Tinggi di Gorontalo, Ketum Dorong Regenerasi Menuju 2029
Penangkapan Presiden Venezuela
Dalam operasi yang sama, pasukan Amerika Serikat dilaporkan berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores.
Keduanya ditahan di kediaman resmi mereka yang berada di kompleks militer Fort Tiuna, Caracas.
Penangkapan ini menandai eskalasi besar dalam hubungan Amerika Serikat dan Venezuela, serta memicu reaksi keras dari berbagai pihak di tingkat internasional.
Donald Trump: Tidak Ada Tentara AS yang Tewas
Donald Trump menyampaikan bahwa meskipun ada tentara yang terluka akibat tembakan, kondisi mereka dilaporkan stabil.
Ia menyebut para personel yang mengalami luka telah berhasil kembali dan berada dalam keadaan yang baik. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada media, sebagaimana dikutip dari Associated Press.
Donald Trump juga memastikan bahwa seluruh armada militer AS berhasil kembali dari wilayah operasi.
BACA JUGA:Perkuat Penalaran Akademik, UNMAL Hadirkan Profesor Dunia dalam International Professors Summit
Helikopter Tertembak, Tapi Berhasil Kembali
Terkait laporan helikopter yang terkena tembakan, Donald Trump menjelaskan bahwa satu unit helikopter memang mengalami kerusakan cukup serius, namun tidak sampai jatuh.
Menurutnya, helikopter tersebut tetap dapat dievakuasi dan kembali dengan selamat bersama kru di dalamnya.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak kehilangan satu pun pesawat dalam operasi tersebut.
Trump Bela Keputusan Serangan
Sumber: