Ratusan Pramuka Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Peran Saka Nasional 2025

Ratusan Pramuka Ikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Peran Saka Nasional 2025

Peserta Peran Saka Nasional 2025 Antusias Belajar CPR di Gorontalo---Dok. Dinkes Gorontalo

GORONTALO, DISWAY.ID - Dinas Kesehatan Provinsi GORONTALO bersama Saka Bakti Husada (SBH) Daerah GORONTALO dan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) menggelar sosialisasi dan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi peserta Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025, Senin 3 November 2025.

Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antarinstansi dalam menanamkan pengetahuan dasar kegawatdaruratan medis kepada generasi muda, terutama anggota Gerakan Pramuka yang menjadi peserta perkemahan nasional tersebut.

BACA JUGA:Gusnar Ismail Apresiasi IDI Gorontalo, Dorong Transformasi Digital di Sektor Kesehatan

Bekali Pramuka dengan Keterampilan Penyelamatan Nyawa

Menurut Suryawijaya Sukma, Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sekaligus penanggung jawab kegiatan, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketanggapan remaja dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

“Melalui edukasi Bantuan Hidup Dasar ini, kami ingin menanamkan kesadaran serta keterampilan kepada peserta agar mampu memberikan pertolongan pertama dalam kondisi gawat darurat. Langkah cepat ini bisa menjadi tindakan awal yang menyelamatkan nyawa sebelum tenaga medis tiba,” ujar Suryawijaya.

Ia menegaskan, kegiatan ini juga merupakan implementasi nilai-nilai Saka Bakti Husada, yang menekankan pentingnya kontribusi anggota Pramuka dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:Ribuan Paket Sembako Dibagikan, Pemprov Gorontalo Bantu Ringankan Beban Warga Tibawa

Peserta Antusias Ikuti Simulasi BHD

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Mereka tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga latihan praktik langsung mengenai teknik dasar Bantuan Hidup Dasar.

Materi yang diajarkan meliputi penilaian kondisi korban, teknik resusitasi jantung paru (RJP/CPR), serta penanganan korban pingsan atau tidak sadar.

Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya respon cepat dan tepat dalam kondisi darurat medis, baik di lingkungan perkemahan maupun di kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Bantuan Aspirasi Espin Tulie, 350 Warga Pentadio Terima Paket Pangan dari Pemprov Gorontalo

Mendorong Generasi Muda Siaga Kesehatan

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tanggap, peduli, dan memiliki keterampilan dasar penyelamatan nyawa.

Pengetahuan semacam ini, menurut Suryawijaya, menjadi bekal penting untuk membentuk karakter pemuda yang siap membantu masyarakat di situasi apapun.

Sumber:

Berita Terkait