Volume Sampah Meningkat, Pemilahan di TPST 3R Jadi Solusi Mendesak

Volume Sampah Meningkat, Pemilahan di TPST 3R Jadi Solusi Mendesak

Refleksi Ekonomi 2025: Persoalan Sampah Jadi Tantangan Serius Gorontalo---Dok. Pemprov Gorontalo

GORONTALO, DISWAY.ID - Kapasitas Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Regional Talumelito saat ini kian mendekati batas maksimal.

Kondisi tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan Refleksi Ekonomi 2025 yang digelar di aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut, Profesor Sukirman Rahim memaparkan kajiannya terkait pengelolaan sampah di TPA Regional Talumelito.

Ia mengungkapkan bahwa sel TPA yang semula dirancang untuk menampung sampah hingga tujuh tahun ke depan, kini justru terancam penuh dalam waktu yang jauh lebih singkat.

BACA JUGA:Idah Syahidah Dorong Sinergi Partai Politik untuk Pembangunan Gorontalo

Timbulan Sampah Terus Meningkat

Menurut Prof. Sukirman, tingginya volume sampah yang berasal dari aktivitas masyarakat di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango menjadi penyebab utama cepatnya penumpukan sampah di TPA Regional Talumelito.

Ia memperkirakan, apabila tidak ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan, kapasitas TPA tersebut hanya mampu bertahan satu hingga dua tahun ke depan. Angka ini jauh dari perencanaan awal yang telah disusun sebelumnya.

Peran TPST 3R Belum Optimal

Selain volume sampah yang terus meningkat, Prof. Sukirman juga menyoroti belum optimalnya peran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. TPST yang seharusnya berfungsi sebagai lokasi pemilahan dan pemrosesan awal sampah dinilai belum berjalan sesuai harapan.

Akibatnya, sampah dari wilayah kabupaten dan kota langsung dibuang ke TPA tanpa proses pengurangan, sehingga mempercepat penuhnya sel TPA Regional Talumelito.

BACA JUGA:Perkuat Penalaran Akademik, UNMAL Hadirkan Profesor Dunia dalam International Professors Summit

Dampak Pertumbuhan dan Aktivitas Ekonomi

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan aktivitas masyarakat secara langsung berdampak pada meningkatnya timbulan sampah.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan konsekuensi dari pembangunan. Namun demikian, persoalan sampah tidak bisa dibiarkan tanpa penanganan terpadu dan kolaboratif antar daerah.

Dorong Pemrosesan Sampah dari Hulu

Sumber:

Berita Terkait