Program MBG Bantu Perputaran Ekonomi Rp63 Miliar di Gorontalo, Libatkan Puluhan UMKM dan Yayasan Lokal

Program MBG Bantu Perputaran Ekonomi Rp63 Miliar di Gorontalo, Libatkan Puluhan UMKM dan Yayasan Lokal

Program Makan Bergizi Gratis Gerakkan Ekonomi Gorontalo, Rp63 Miliar Berputar di Daerah---Mila Kominfotik

GORONTALO, DISWAY.ID - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (GORONTALO.disway.id/listtag/1223/mbg">MBG) di Provinsi GORONTALO tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menimbulkan dampak GORONTALO.disway.id/listtag/1415/ekonomi">ekonomi positif di tingkat daerah.

Berdasarkan data terbaru, sekitar Rp63 miliar dana telah beredar di masyarakat melalui pengadaan bahan pangan, jasa logistik, dan operasional dapur.

Program nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini berhasil melibatkan berbagai elemen ekonomi lokal.

Di Gorontalo, terdapat 86 UMKM yang berperan sebagai pemasok utama bahan pangan, ditambah dua perusahaan berbentuk CV, serta 38 yayasan sosial dan pendidikan yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan program.

BACA JUGA:Kadafi dukung Pemprov Lampung Gaet Investor Global di LEIF 2025

Sektor jasa transportasi juga ikut terdorong dengan adanya alokasi biaya pengiriman bahan pangan antarwilayah.

“Untuk satu Sentra Penyedia Pangan dan Gizi (SPPG), kebutuhan anggarannya berkisar antara Rp800 juta hingga Rp1 miliar per bulan, tergantung kebutuhan masing-masing. Artinya, seluruh dana ini berputar di Provinsi Gorontalo dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat daerah,” jelas Koordinator Regional Badan Gizi Nasional Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, saat rapat evaluasi MBG di Aula Rumah Dinas Gubernur, Kamis 6 November 2025.

Di sisi infrastruktur layanan gizi, Gorontalo memperoleh 22 titik SPPG yang difokuskan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang tersebar di lima kabupaten.

Seluruh titik tersebut telah memiliki mitra investor dan sedang menunggu proses pembangunan dapur, dengan target penyelesaian maksimal 45 hari ke depan. Kawasan 3T menjadi prioritas karena selama ini sulit dijangkau logistik dan kurang diminati investor.

Hingga kini, 22 SPPG sudah beroperasi penuh dan menyalurkan makanan bergizi kepada siswa penerima manfaat.

BACA JUGA:Polsek Tapa Gelar Patroli KRYD, Amankan Wilayah Bone Bolango dari Gangguan Kamtibmas

Sementara 19 SPPG lainnya telah siap secara fisik namun belum bisa beroperasi karena masih dalam tahap penyelesaian administrasi, seperti pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), perekrutan tenaga dapur, serta verifikasi dokumen operasional.

Dalam waktu dekat, jumlah dapur aktif ditargetkan mencapai 41 titik, yang akan memperluas jangkauan pelayanan gizi bagi pelajar di seluruh Provinsi Gorontalo.

Gusnar Ismail menyoroti lambatnya penyelesaian pembangunan beberapa SPPG yang dinilai menghambat perluasan manfaat program MBG. Ia pun telah memerintahkan Satgas MBG untuk mempercepat proses tersebut.

Sumber:

Berita Terkait