Mengenal Gula Stevia, Pemanis dari Tanaman yang Jadi Alternatif Gula Harian

Minggu 09-08-2026,07:49 WIB
Reporter : Amelia
Editor : Amelia

GORONTALO.DISWAY.ID — Gaya hidup yang semakin sadar akan pola makan membuat masyarakat mulai memperhatikan kembali bahan-bahan yang digunakan dalam makanan dan minuman sehari-hari. Salah satu yang banyak diperbincangkan adalah gula stevia, pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana dan dikenal memiliki rasa manis yang jauh lebih kuat dibandingkan gula meja.

Stevia menarik perhatian karena dapat memberikan rasa manis tanpa harus menggunakan gula pasir dalam jumlah yang sama. Namun, memahami apa itu stevia dan cara menggunakannya tetap penting agar konsumen dapat memilih produk pemanis secara lebih bijak.

Apa Itu Gula Stevia?

Secara sederhana, stevia merupakan tanaman yang daunnya mengandung senyawa pemanis bernama steviol glikosida. Senyawa inilah yang kemudian digunakan sebagai pemanis dalam berbagai produk makanan dan minuman.

Menurut FDA, steviol glikosida dengan tingkat kemurnian tinggi telah dievaluasi untuk penggunaan sebagai pemanis dalam kondisi penggunaan tertentu. Senyawa tersebut juga memiliki tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi daripada sukrosa atau gula meja.

BACA JUGA:Anti Lemas di Jam Kerja, Ini Pilihan Sarapan Sehat untuk Pekerja Kantoran

Karena tingkat kemanisannya tinggi, penggunaan stevia biasanya hanya membutuhkan jumlah yang relatif sedikit untuk memberikan rasa manis.

Mengapa Stevia Banyak Dipilih?

Salah satu alasan stevia semakin populer adalah keinginan masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula tambahan. WHO merekomendasikan agar konsumsi free sugars dibatasi, sehingga sebagian orang mencari alternatif untuk mengurangi rasa manis dari gula biasa.

Stevia dapat digunakan dalam berbagai makanan dan minuman, mulai dari kopi, teh, hingga produk makanan tertentu. Rasanya yang manis membuat konsumen dapat mengurangi penggunaan gula pasir tanpa harus sepenuhnya meninggalkan rasa manis.

Meski begitu, stevia bukan berarti membuat pola makan secara otomatis menjadi sehat. Produk yang menggunakan stevia tetap perlu dilihat secara keseluruhan, termasuk kandungan kalori, gula, lemak, dan bahan lainnya.

Stevia Bukan Berarti Bebas Aturan

Popularitas stevia terkadang membuat pemanis ini dianggap sebagai solusi untuk semua kebutuhan kesehatan. Padahal, penggunaan pemanis non-gula tetap perlu ditempatkan dalam konteks pola makan secara keseluruhan.

WHO pada pedoman penggunaan pemanis non-gula merekomendasikan agar pemanis jenis ini tidak digunakan sebagai strategi utama untuk mengendalikan berat badan dalam jangka panjang. Rekomendasi tersebut mencakup stevia dan turunannya. WHO juga menekankan pentingnya mengurangi keseluruhan tingkat rasa manis dalam pola makan.

Artinya, mengganti gula dengan stevia tidak otomatis membuat seseorang memiliki pola makan yang lebih sehat. Pilihan makanan secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting.

Apakah Stevia Aman Dikonsumsi?

Keamanan stevia perlu dibedakan berdasarkan jenis dan bentuk produk yang digunakan. FDA menyatakan bahwa sejumlah steviol glikosida dengan kemurnian tinggi telah melalui evaluasi keamanan untuk penggunaan sebagai pemanis dalam kondisi tertentu.

JECFA, komite ahli FAO/WHO yang mengevaluasi bahan tambahan pangan, saat ini mencantumkan acceptable daily intake atau ADI untuk steviol glikosida sebesar 0–4 mg/kg berat badan per hari, dinyatakan sebagai steviol. Evaluasi JECFA pada 2026 menyebut tidak ditemukan informasi baru yang memerlukan perubahan terhadap ADI tersebut.

Karena itu, konsumen sebaiknya tetap mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan memilih produk pemanis yang memiliki izin edar sesuai ketentuan di negara tempat produk tersebut dipasarkan.

Cara Menggunakan Stevia dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagi masyarakat yang ingin mencoba pemanis stevia, penggunaannya dapat dimulai secara sederhana. Stevia dapat digunakan sebagai alternatif pemanis pada minuman seperti teh atau kopi, sesuai takaran produk yang digunakan.

BACA JUGA:Gaya Rambut Rapi dan Bagus untuk Pekerja Kantoran, Tampil Profesional Setiap Hari

Perlu diingat bahwa karakter rasa stevia berbeda dengan gula pasir. Beberapa produk dapat memberikan sensasi rasa yang sedikit berbeda sehingga jumlah penggunaannya perlu disesuaikan secara bertahap.

Selain itu, membiasakan diri mengurangi tingkat kemanisan makanan dan minuman juga dapat menjadi pilihan. Dengan begitu, tujuan bukan sekadar mengganti satu pemanis dengan pemanis lainnya, tetapi secara perlahan membangun kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak terlalu manis.

Baca Label Sebelum Membeli

Tidak semua produk yang menggunakan kata “stevia” memiliki komposisi yang sama. Ada produk yang menggunakan steviol glikosida sebagai salah satu bahan, tetapi juga mengandung bahan lain.

Karena itu, penting untuk membaca label komposisi dan informasi nilai gizi sebelum membeli. Jangan hanya melihat klaim pada bagian depan kemasan.

Kebiasaan membaca label membantu konsumen mengetahui jenis pemanis yang digunakan sekaligus kandungan gula dan bahan lainnya dalam produk.

Stevia sebagai Bagian dari Pola Makan yang Seimbang

Pada akhirnya, gula stevia dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mengurangi penggunaan gula meja, tetapi penggunaannya tetap perlu ditempatkan dalam pola makan yang seimbang.

Tidak ada satu jenis pemanis yang dapat menggantikan pentingnya pola makan beragam dan kebiasaan hidup sehat. Mengurangi makanan dan minuman yang terlalu manis, memperbanyak makanan bergizi, serta memperhatikan ukuran porsi tetap menjadi bagian penting dalam menjaga pola makan.

Dengan memahami manfaat, keterbatasan, jenis produk, dan cara penggunaannya, konsumen dapat menjadikan stevia sebagai pilihan secara lebih bijak, bukan sekadar mengikuti tren pemanis yang sedang populer.

Kategori :