BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Pemkab Gorontalo Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Pemkab Gorontalo Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi---Humas

GORONTALO, DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten GORONTALO meningkatkan status kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menyusul cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Langkah ini diambil untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak kerusakan akibat banjir dan tanah longsor.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menginstruksikan seluruh kepala desa, lurah, dan camat agar siaga penuh dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terburuk akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

BACA JUGA:Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir di Lhokseumawe, BMKG: Durasi Hujan Sangat Panjang

Bupati Minta Aparatur Desa dan Kecamatan Siaga Penuh

Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sofyan Puhi saat memimpin apel awal tahun di Limboto, Senin 5 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan aparatur pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana.

"Informasi dari BMKG menunjukkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Jangan lengah. Koordinasi harus terus dijaga agar penanganan bencana bisa dilakukan secara cepat dan tepat, tanpa terkendala komunikasi,” tegas Sofyan.

Menurutnya, respons cepat dari aparat di lapangan sangat menentukan keselamatan warga serta efektivitas penyaluran bantuan darurat.

BACA JUGA:Resolusi 2026 Wagub Gorontalo: ASN Wajib Peduli Lingkungan dan Lebih Hemat Belanja

Banjir dan Longsor Landa Lima Kecamatan

Peningkatan kewaspadaan ini menyusul terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo. Tercatat, lima kecamatan terdampak cukup signifikan, yakni Tibawa, Bilato, Boliyohuto, Telaga Biru, dan Limboto Barat.

Bencana tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur vital, termasuk jembatan dan tanggul penahan banjir.

Sejumlah Jembatan Rusak, Tanggul Jebol

Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, mengungkapkan bahwa derasnya arus air akibat curah hujan tinggi menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur.

“Beberapa jembatan mengalami kerusakan cukup parah, di antaranya jembatan di wilayah Pulubala, Sidomukti, dan Mootilango. Selain itu, tanggul penahan banjir di Desa Lamahu dan Kecamatan Bilato juga dilaporkan jebol,” jelas Udin.

BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan kondisi lapangan untuk mencegah potensi bencana susulan.

Sumber:

Berita Terkait