Wagub Idah Ingatkan Mahasiswa Hukum Gorontalo: Korupsi Bisa Menjerat Siapa Saja

Wagub Idah Ingatkan Mahasiswa Hukum Gorontalo: Korupsi Bisa Menjerat Siapa Saja

Idah Habibie: Orang Baik Pun Bisa Korupsi Kalau Integritasnya Lemah---Nova Diskominfotik

GORONTALO, DISWAY.ID - Wakil Gubernur GORONTALO Idah Syahidah Rusli Habibie mengajak mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum untuk memiliki pemahaman yang lebih luas terkait risiko dan konsekuensi hukum tindak pidana GORONTALO.disway.id/listtag/1717/korupsi">korupsi.

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Hari Anti Korupsi Dunia (Harkodia) yang digelar oleh SAKSI (Sekolah Anti Korupsi) Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo, Sabtu malam (26/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Bumi Cerah Bulontalangi, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango ini menjadi agenda rutin kampus dalam menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan budaya antikorupsi di kalangan mahasiswa.

BACA JUGA:DLHK Gorontalo Perkuat Tim Pengendalian Karhutla Lewat Pelatihan Khusus Bersama BPDLH

Korupsi Tidak Selalu Dimulai dari Niat Jahat

Dalam sambutannya, Idah menyoroti pandangan masyarakat yang sering menganggap korupsi hanya berkaitan dengan uang dalam jumlah besar seperti miliaran atau triliunan rupiah.

Padahal, praktik korupsi bisa bermula dari hal yang terlihat “sepele”, seperti kelalaian administratif, penyalahgunaan wewenang, hingga kesalahan prosedur yang berujung pada tindak pidana.

"Korupsi bisa menjerat siapa saja, bukan hanya pejabat besar, tapi juga aparatur di tingkat bawah, termasuk desa. Artinya, korupsi tidak memandang jabatan maupun latar belakang,” tegas Idah.

BACA JUGA:Viral CCTV 24 Detik! Wanita Diduga Dipukul di Salon Pohuwato, Netizen Murka

Religius Bukan Jaminan, Integritas yang Menentukan

Idah juga menekankan bahwa korupsi bisa terjadi pada siapa pun, bahkan mereka yang dikenal baik, cerdas, dan religius. Menurutnya, ketika kesempatan muncul dan integritas tidak cukup kuat, keinginan memperkaya diri bisa menjadi pintu awal terjadinya korupsi.

“Kita sering mendengar komentar ‘orangnya baik dan santun’. Tapi faktanya, jika iman dan integritas tidak dijaga, siapa pun bisa tergelincir,” ujarnya.

Pengalaman di Dunia Politik: Integritas Dimulai dari Keluarga

Sebagai wakil gubernur perempuan pertama di Gorontalo, Idah turut membagikan pengalaman selama terjun di dunia politik. Ia mengaku bersyukur karena dirinya dan keluarga, termasuk sang suami yang pernah menjabat Gubernur Gorontalo dua periode, selalu berusaha menjaga diri dari praktik-praktik yang berpotensi melanggar hukum.

Ia menilai perempuan memiliki posisi penting dalam membangun integritas, terutama dari lingkungan keluarga.

“Perempuan bisa menjadi garda awal dalam menjaga moral dan integritas keluarga. Kita bisa saling mengingatkan agar tidak terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum,” katanya.

BACA JUGA:Gusnar Ismail Pantau Keberangkatan Kapal di Pelabuhan Gorontalo, Pastikan Keamanan dan Kesiapan Penumpang

Mahasiswa Hukum Diminta Jadi Generasi Penegak Integritas Menuju Indonesia Emas 2045

Sumber:

Berita Terkait