Idah Syahidah Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal di Pohuwato Dari Menu hingga Kebersihan
Tinjau MBG di Pohuwato, Wagub Gorontalo Soroti Mutu Gizi dan Kebersihan---Fadly Diskominfotik
GORONTALO, DISWAY.ID - Wakil Gubernur GORONTALO Idah Syahidah Rusli Habibie kembali turun langsung meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kali ini di Kabupaten GORONTALO.disway.id/listtag/1857/pohuwato">Pohuwato.
Kunjungan lapangan tersebut dipusatkan di SMA Negeri 1 Buntulia, Kecamatan Marisa, pada Selasa (16/12/2025), sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap program prioritas daerah.
Dalam peninjauan tersebut, Idah Syahidah yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas MBG didampingi oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Ramdan Pade, Kepala Dinas Kesehatan dr. Anang S. Otoluwa, perwakilan BPOM, serta tim Satgas MBG.
Kehadiran lintas sektor ini bertujuan memastikan makanan yang disajikan kepada siswa memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
BACA JUGA:Wali Kota Cup Digelar di Gorontalo, 18 Tim Basket Pelajar Siap Berlaga
Wakil Gubernur menilai kualitas penyajian makanan di sekolah tersebut sudah berjalan sesuai ketentuan.
Menu yang disiapkan terdiri dari lauk berbahan ikan yang diolah dengan cara ditumis, sayur terong, tempe, serta buah sebagai pelengkap.
Komposisi tersebut dinilai telah mencakup unsur protein, serat, dan vitamin yang dibutuhkan peserta didik.
Menurut Idah, seluruh menu MBG disusun oleh tenaga ahli gizi dengan perhitungan kalori yang disesuaikan dengan kebutuhan usia sekolah.
Ia mengakui adanya sejumlah siswa yang mengaku mulai merasa bosan dengan menu berbahan ikan, mengingat wilayah Pohuwato dikenal sebagai daerah dengan hasil laut melimpah.
BACA JUGA:JAPESDA Ingatkan Bahaya Alih Fungsi Lahan di Wilayah Pegunungan Gorontalo
Meski demikian, variasi menu akan terus dikembangkan tanpa mengurangi nilai gizi.
“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar untuk membuat anak kenyang. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan gizi harian siswa agar tumbuh sehat dan siap belajar,” ujar Idah Syahidah.
Ia juga menegaskan bahwa porsi makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan standar kalori, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi guru dan pihak sekolah mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi peserta didik.
Sumber: