Idah Syahidah: Penurunan Stunting Butuh Langkah Terukur dan Kerja Bersama
Angka Stunting Gorontalo Naik-Turun, Wagub Idah Syahidah Minta Penanganan Lebih Serius---Fadly Diskominfotik
GORONTALO, DISWAY.ID - Fluktuasi angka GORONTALO.disway.id/listtag/1859/stunting">stunting di Provinsi GORONTALO kembali menjadi perhatian serius Wakil Gubernur GORONTALO, Idah Syahidah Rusli Habibie.
Hal itu ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar di Manna Cafe dan Resto, Selasa (2/12/2025).
Dalam arahannya, Idah menegaskan bahwa naik-turunnya angka stunting harus ditangani dengan langkah yang terencana, kolaboratif, dan terukur oleh seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
“Stunting adalah masalah pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Penanganannya butuh intervensi spesifik dan sensitif untuk mengatasi akar permasalahan, baik langsung maupun tidak langsung,” ujar Idah.
BACA JUGA:329 Guru Non-Database Gorontalo Gagal Terakomodir, Pemprov Tempuh Jalan Lain
Angka Stunting Gorontalo Naik-Turun, Masih Jauh dari Target Nasional
Idah memaparkan bahwa data prevalensi stunting di Gorontalo selama empat tahun terakhir menunjukkan tren yang tidak stabil.
- Tahun 2021: 29 persen (SSGI)
- Tahun 2022: turun menjadi 23,8 persen
- Tahun 2023: kembali naik ke 26,9 persen (SKI)
- Tahun 2024: turun lagi menjadi 23,8 persen
Capaian tersebut masih cukup jauh dari target nasional penurunan stunting menjadi 14 persen sesuai amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021.
Melihat kondisi tersebut, Idah meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Gorontalo bekerja lebih intensif dalam menganalisis dan menentukan arah kebijakan penanganan stunting.
Kelompok Sasaran Harus Mendapat Perhatian Serius
Sumber: